Serunya Siswa RA Plus Nurul Izzah “Serbu” Pasar Gurah

Kediri – Ada pemandangan yang tak biasa dan sangat menggemaskan di sudut-sudut Pasar Gurah, Kabupaten Kediri. Selama dua hari berturut-turut, yakni pada tanggal 29 dan 30 April 2026, hiruk-pikuk pasar tradisional ini menjadi jauh lebih ceria dan berwarna.

​Rupanya, puluhan siswa-siswi dari RA Plus Nurul Izzah Kediri tengah tumpah ruah melaksanakan kegiatan Puncak Tema “Pasar Tradisional”. Mengenakan seragam olahraga kebanggaan berwarna biru tua dan biru muda, anak-anak ini bertransformasi menjadi “pembeli cilik” yang cerdas dengan dompet kecil di genggaman dan daftar belanjaan di tangan.

Belajar Mandiri dan Interaksi Sosial di Lorong Pasar

Kegiatan luar kelas ini tentu bukan sekadar jalan-jalan biasa. Lorong-lorong pasar menjadi panggung nyata bagi para siswa untuk melatih kemandirian, keberanian, dan kecakapan sosial mereka.

​Kepala Sekolah RA Plus Nurul Izzah menyampaikan bahwa agenda ini merupakan bentuk implementasi kurikulum yang menghidupkan suasana belajar.

​”Kami ingin anak-anak bersentuhan langsung dengan konsep jual beli di dunia nyata, mulai dari mengenal nilai mata uang, hingga belajar etika berkomunikasi yang santun kepada para pedagang,” tuturnya penuh semangat.

​Didampingi oleh para guru kesayangan, ananda belajar memilih sayuran hijau yang segar, buah-buahan ranum, hingga aneka jajanan pasar. Sesekali gelak tawa pecah saat aksi tawar-menawar yang polos dan menggemaskan terjadi antara anak-anak dan pedagang. Keramahan para penjual di Pasar Gurah pun semakin menambah hangat suasana belajar hari itu.

Dari Keranjang Belanja Menuju Meja Makan Bersama Ibu

Setelah puas memborong hasil bumi, petualangan ternyata belum usai. Hasil belanjaan tersebut dibawa kembali ke sekolah untuk dikelompokkan, lalu dibawa pulang sebagai bahan project memasak hidangan spesial bersama Bunda di rumah.

​Dapur rumah pun seketika berubah menjadi laboratorium memasak yang seru! Lewat kolaborasi ibu dan anak, aneka menu sehat nan menggugah selera berhasil tersaji, di antaranya:

Menu Berkuah Hangat: Sayur bening segar, sayur bobor, hingga sayur sop.

Camilan & Lauk Pauk Favorit: Tahu bulat, nugget tempe, bakwan jagung, hingga tempe mendoan.

“Memasak bersama anak memang membutuhkan kesabaran ekstra, tapi ini adalah cara paling jitu mengenalkan makanan sehat. Anak-anak jadi lebih lahap makan karena merasa bangga menyantap hasil perjuangan mereka berbelanja di pasar,” ungkap salah satu wali murid dengan antusias.

Menumbuhkan Cinta pada Ekonomi Kerakyatan

Melalui kegiatan dua hari yang penuh kesan ini, RA Plus Nurul Izzah Kediri berharap dapat menanamkan rasa cinta anak-anak terhadap eksistensi pasar tradisional sebagai denyut nadi ekonomi rakyat sejak usia dini.

​Pengalaman berharga di Pasar Gurah ini kembali membuktikan bahwa belajar tidak melulu harus dibatasi oleh empat dinding kelas. Dengan melihat, mendengar, dan mempraktikkan langsung, para siswa RA Plus Nurul Izzah telah menyerap kecakapan hidup (life skills) dengan cara yang paling menyenangkan!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *