Belajar Lebih Nyata: Siswa SMP IT Nurul Izzah Ciptakan Keseimbangan Alam dalam Toples

Kediri – SMP IT Nurul Izzah terus berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna dan interaktif bagi para siswanya. Hal ini terlihat nyata pada kegiatan pembelajaran IPA kelas 7 yang mengusung topik “Interaksi Antara Makhluk Hidup dan Lingkungannya”.

Alih-alih hanya membayangkan teori dari buku, siswa-siswi diajak langsung “membawa” alam ke dalam ruang kelas. Kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi Kurikulum Merdeka Fase D yang mendorong siswa untuk aktif bereksperimen dan berpikir kritis.

Keseimbangan Alam dalam Sebuah Toples

Dalam praktikum kali ini, siswa ditantang untuk merancang miniatur ekosistem di dalam wadah transparan. Tujuannya adalah mengamati secara langsung hubungan timbal balik antara komponen biotik (makhluk hidup) dan abiotik (benda tak hidup).

Dengan penuh antusias, ananda menyiapkan berbagai media, mulai dari air, tanaman air berukuran kecil, batu-batuan, hingga ikan hias. Melalui media sederhana ini, mereka belajar memahami konsep-konsep esensial sains, di antaranya:

  • Simbiosis: Mengamati bagaimana tanaman air menyediakan pasokan oksigen melalui proses fotosintesis yang dibutuhkan oleh ikan untuk bernapas.

  • Daur Materi: Memahami peran elemen abiotik seperti air dan mineral dalam mendukung kelangsungan hidup organisme di dalamnya.

  • Tanggung Jawab Lingkungan: Menyadari betapa rentannya sebuah ekosistem, sehingga penting untuk menjaga kebersihannya agar tetap seimbang dan sehat.

Pembelajaran Berbasis Pengalaman (Experiential Learning)

Ustadzah Fitri Ria Nur Aini, S.Pd., selaku guru pengampu mata pelajaran IPA, menyampaikan bahwa metode praktikum ini dirancang agar siswa tidak sekadar menghafal teori.

“Dengan melihat langsung bagaimana ikan, tanaman, dan unsur air berinteraksi dalam wadah tersebut, anak-anak menjadi lebih mudah memahami kompleksitas sistem alam liar yang sesungguhnya,” jelas Ustadzah Fitri.

Ajang Literasi Sains dan Keberanian Tampil

Sebagai puncak kegiatan, setiap siswa atau kelompok diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil karya miniatur ekosistem mereka di depan kelas. Dengan penuh percaya diri, mereka memaparkan alur rantai makanan mini yang terjadi di dalam wadah, serta memprediksi dampak yang akan timbul apabila salah satu komponen dihilangkan.

Sesi presentasi ini sangat bernilai ganda. Tidak hanya melatih keberanian public speaking, tetapi juga menjadi sarana literasi sains di mana para siswa dapat saling bertukar informasi dan memberikan apresiasi atas karya teman sejawatnya.

Menumbuhkan Generasi Peduli Lingkungan

Lebih dari sekadar pencapaian akademis, praktikum pembuatan ekosistem mini ini membawa misi pembentukan karakter. Melalui proses pengamatan yang teliti, diharapkan siswa-siswi SMP IT Nurul Izzah dapat tumbuh menjadi generasi yang peka, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam di sekitar mereka.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *