Kediri – Ada pemandangan yang berbeda dan menggemaskan pada hari Rabu, 28 April 2026. Siswa-siswi KB IT dan RA Plus Nurul Izzah tidak menghabiskan waktu belajar mereka di dalam ruang kelas. Sebagai puncak tema pembelajaran “Pasar Tradisional”, sekolah mengajak ananda untuk terjun langsung mempraktikkan ilmu mereka di Pasar Tradisional Gurah.
Persiapan Matang Sebelum Bertransaksi
Sejak pagi, wajah-wajah ceria penuh antusiasme sudah terlihat dari para siswa. Setibanya di lokasi, mereka tidak lantas berhamburan masuk ke dalam pasar. Di bawah arahan Bunda Guru, anak-anak duduk dengan rapi untuk menerima pengarahan awal. Kegiatan luar ruang ini pun diawali dengan doa bersama, memohon kelancaran dan keberkahan agar proses belajar hari ini berjalan maksimal.

Keseruan Praktik Jual Beli Langsung
Didampingi oleh para guru, anak-anak secara bergiliran memasuki area pasar yang ramai. Di sinilah keseruan sesungguhnya dimulai! Alih-alih hanya melihat gambar di buku, mereka terjun langsung berinteraksi dengan para pedagang, memilih barang dengan teliti, dan mempraktikkan cara menyerahkan uang serta menerima kembalian.
Dengan keranjang kecil di tangan, ananda terlihat sangat bersemangat memilih berbagai bahan makanan sehat, di antaranya:
-
Sayur-mayur hijau: Bayam, kangkung, dan sawi.
-
Sumber protein nabati & hewani: Tahu, tempe, ikan lele, hingga ikan pindang.
-
Buah-buahan segar: Jeruk manis dan buah naga.
Hiruk-pikuk suasana pasar tradisional tidak membuat mereka canggung, melainkan justru memberikan pengalaman sensorik dan sosial yang luar biasa menyenangkan. Anak-anak sukses melatih keberanian, kemandirian, serta kecakapan komunikasi mereka dengan warga sekitar.
Dari Keranjang Belanja Menuju Meja Makan
Pembelajaran hari itu nyatanya tidak berhenti sampai di pintu gerbang pasar saja. Bahan-bahan bergizi yang telah ananda beli kemudian dibawa pulang untuk diolah dan dimasak bersama orang tua di rumah.
Langkah ini merupakan bentuk kolaborasi manis antara pihak sekolah dan keluarga. Melalui keterlibatan langsung dari proses memilih, membeli, hingga mengolah, anak-anak secara psikologis akan merasa lebih menghargai makanan tersebut. Harapannya, ananda menjadi lebih berselera dan gemar mengonsumsi sayur-sayuran sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Kegiatan Puncak Tema “Pasar Tradisional” ini sukses memberikan pengalaman belajar yang utuh dan bermakna. Semoga memori indah di Pasar Gurah ini selalu lekat di ingatan ananda dan menjadi bekal kecakapan hidup (life skill) mereka di masa depan!

