Belajar Haji Sambil Mengenal Pesawat, Keseruan Santri Cilik RA Plus Nurul Izzah Kediri

Kediri – Suasana di RA Plus Nurul Izzah Kediri pada Senin, 4 Mei 2026, mendadak berubah layaknya bandara internasional yang ramai namun penuh kehangatan. Ratusan santri cilik tampil menggemaskan mengenakan pakaian ihram putih bersih, siap mengikuti perjalanan istimewa menuju Baitullah.

Melalui kegiatan Sentra Persiapan dengan subtopik Pesawat Terbang, anak-anak tidak hanya belajar tentang ibadah haji, tetapi juga mengenal dunia transportasi udara dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.

Simulasi “Penerbangan” Menuju Tanah Suci

Dalam kegiatan ini, para siswa diajak berimajinasi melakukan perjalanan haji menggunakan pesawat terbang menuju Makkah. Dengan penuh antusias, mereka mengikuti setiap tahapan perjalanan layaknya jamaah haji sungguhan.

Prosesi Keberangkatan

Anak-anak dikenalkan pada prosedur perjalanan udara, mulai dari suasana keberangkatan, proses menaiki pesawat, hingga duduk dengan tertib selama “penerbangan” menuju Tanah Suci.

Praktik Manasik Haji

Setelah “mendarat”, para siswa mempraktikkan berbagai rangkaian ibadah haji, seperti:

  • Niat di Miqat
  • Tawaf mengelilingi Kakbah mini
  • Sa’i dengan berjalan kecil penuh semangat
  • Wukuf
  • Melempar jumrah

Seluruh kegiatan dikemas secara kreatif sehingga anak-anak dapat belajar sambil bermain.

Banyak Manfaat untuk Anak-anak

Pihak RA Plus Nurul Izzah Kediri menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mengintegrasikan pembelajaran agama dengan pengetahuan umum. Beberapa manfaat yang diperoleh siswa antara lain:

Menanamkan Cinta pada Rukun Islam

Anak-anak diperkenalkan pada ibadah haji melalui pengalaman yang konkret dan menyenangkan sehingga lebih mudah dipahami dan diingat.

Mengenal Transportasi Udara

Melalui subtopik pesawat terbang, siswa belajar tentang fungsi transportasi udara sebagai sarana penting untuk perjalanan ibadah ke luar negeri.

Melatih Kedisiplinan dan Kesabaran

Simulasi perjalanan dan manasik membantu anak belajar antre, mengikuti arahan guru, serta menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Membangun Kemandirian

Siswa dilatih mengenakan pakaian ihram sendiri dan belajar tetap fokus di tengah suasana yang ramai.

Menambah Kosakata dan Pengetahuan

Anak-anak menjadi lebih familiar dengan istilah-istilah seperti tawaf, sa’i, miqat, hingga bagian-bagian pesawat melalui praktik langsung.

Gema Talbiyah yang Mengharukan

Suasana semakin syahdu ketika suara mungil para santri melantunkan talbiyah:

“Labbaik Allahumma Labbaik…”

Para guru dengan sabar membimbing setiap prosesi agar anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan baik tanpa kehilangan suasana ceria khas dunia anak-anak.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh senyum dan kebahagiaan. Langkah-langkah kecil para santri RA Plus Nurul Izzah Kediri hari itu menjadi doa indah, semoga kelak mereka benar-benar diberi kesempatan terbang menuju Tanah Suci yang sesungguhnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *