Tanamkan Kepedulian Sejak Dini: Keseruan Proyek “Aku Cinta Bumi” di RA Plus Nurul Izzah

Kediri – Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan ternyata tidak pernah terlalu dini untuk dilakukan. Pesan inspiratif inilah yang tercermin kuat dalam kegiatan ko-kurikuler bertajuk “Aku Cinta Bumi” yang diselenggarakan oleh RA Plus Nurul Izzah Sukorejo, Gurah, Kabupaten Kediri.

Berlangsung selama lima hari penuh, mulai dari 6 hingga 10 April 2026, proyek edukasi ini sukses melibatkan seluruh peserta didik dalam aksi nyata yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat akan makna.

Dari Menonton Video hingga Merakit Alat Daur Ulang

Rangkaian kegiatan dirancang secara bertahap agar mudah dipahami oleh anak-anak. Langkah pertama diawali dengan sesi menonton video edukasi. Pemutaran video ini bertujuan memberikan gambaran visual yang menarik mengenai tahapan bercocok tanam yang akan mereka lakukan.

Setelah rasa ingin tahu mereka terbangun, peserta didik mulai dikenalkan pada berbagai alat dan bahan. Menariknya, dalam sesi ini kreativitas anak-anak juga diuji. Mereka diajak menyulap barang-barang bekas menjadi alat tanam—sebuah langkah sederhana untuk menanamkan konsep pemanfaatan kembali limbah (daur ulang) sejak usia dini.

Praktik Langsung: Menyemai Benih Kebaikan untuk Bumi

Keseruan memuncak saat anak-anak mulai terjun ke aktivitas fisik. Dengan bimbingan para guru, tangan-tangan mungil tersebut tampak antusias mencampur media tanam yang terdiri dari racikan pasir, sekam, dan kompos.

Praktik berlanjut dengan proses penanaman berbagai jenis flora. Anak-anak diajak mengenali keragaman hayati dengan menanam tiga kategori tanaman utama, yaitu:

  • Bunga (Tanaman Hias) untuk memperindah lingkungan.

  • Sayuran sebagai sumber makanan sehat.

  • Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai apotek hidup.

Membangun Karakter Mandiri dan Peduli Lingkungan

Lebih dari sekadar bermain tanah, proyek ko-kurikuler ini dirancang dengan misi pembentukan karakter. Melalui interaksi langsung dengan alam, anak-anak belajar mengenal jenis tanaman sekaligus cara merawatnya dengan penuh kasih sayang.

Kegiatan ini secara efektif menumbuhkan rasa cinta terhadap bumi, melatih kemandirian, dan menanamkan rasa tanggung jawab atas apa yang telah mereka tanam. Pihak sekolah berharap, pengalaman berharga ini dapat menjadi memori indah yang membentuk kebiasaan baik, sehingga anak-anak tumbuh menjadi generasi yang senantiasa menghargai dan menjaga kelestarian lingkungan sekitarnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *