Kediri – Suasana Jumat pagi yang cerah pada tanggal 30 Oktober 2026 dipenuhi oleh gelak tawa, semangat, dan antusiasme luar biasa dari para siswa kelas 6 SDIT Nurul Izzah. Hari itu, sekolah menggelar agenda Funday bertajuk Gowes Bareng yang diintegrasikan langsung dengan kegiatan Bina Pribadi Islami (BPI) dan Kepramukaan.
Kegiatan luar kelas ini dirancang khusus bukan sekadar untuk menyegarkan fisik, melainkan sebagai wadah penguatan mental, kedisiplinan ibadah yaumiyah, melatih kerja sama tim, serta membangun kemandirian siswa.
Keseruan Menyusuri Jalur Persawahan

Sejak pukul 06.30 WIB, halaman sekolah sudah dipadati oleh 47 siswa yang mengenakan seragam olahraga lengkap dengan sepeda masing-masing. Rute gowes dirancang aman namun tetap menantang, melintasi hamparan persawahan hijau yang asri di pagi hari.
Di sepanjang perjalanan, esensi kebersamaan begitu terasa:
- Siswa saling menyemangati di tengah cucuran keringat.
- Barisan dijaga agar tetap teratur dan tidak ada teman yang tertinggal di belakang.
- Guru pendamping turut mengawal di sepanjang rute demi memastikan keselamatan seluruh siswa.
Pesan Hangat Kepala Sekolah di Sumber Sirah
Setibanya di lokasi tujuan, Sumber Sirah, para siswa merapikan sepeda dengan tertib lalu duduk bersantai. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala SDIT Nurul Izzah, Ustadzah Siaminingtyas Ekaningsih, S.Pt., M.Pd.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan kolaboratif ini mengusung filosofi “sekali mendayung, tiga pulau terlampaui”. Agenda ini bertujuan menyegarkan pikiran siswa kelas 6 yang tengah bersiap menghadapi Try Out (TO) TKA, menjaga kestabilan emosi, menyehatkan fisik, serta mempererat ikatan ukhuwah antarteman.
Misi Edukatif dan Ngobras Bareng
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai sesi yang sarat nilai edukasi:
- Games Kelompok BPI: Setiap kelompok menyelesaikan misi kepramukaan, termasuk uji wawasan nusantara seputar keberagaman agama, tempat ibadah, dan hari besar keagamaan di Indonesia.
- Ngobras Bareng (Ngobrol Santai): Sesi hangat di mana para siswa bisa mencurahkan isi hati seputar ibadah yaumiyah, dinamika pergaulan remaja, hingga tren masa kini dengan pendampingan penuh dari ustadz-ustadzah.
Prioritas Ibadah di Tengah Aktivitas Fisik

Nilai-nilai religi tetap menjadi fondasi utama di setiap rangkaian kegiatan outdoor ini. Sebelum mengayuh pedal sepeda di pagi hari, seluruh siswa memanjatkan doa bersama memohon keselamatan.
Begitu pula saat kembali ke sekolah dan waktu salat tiba, seluruh siswa dengan penuh kesadaran tetap melaksanakan salat berjamaah di masjid—meski guratan lelah tampak jelas di wajah mereka. Hal ini mengajarkan pelajaran berharga bahwa seaktif dan selelah apa pun aktivitas fisik yang dilakukan, kewajiban kepada Allah SWT tetap menjadi prioritas utama.
Belajar, berolahraga, berorganisasi dalam Pramuka, dan memperkuat spiritualitas lewat BPI ternyata bisa dikemas menjadi satu petualangan seru yang tak terlupakan.
Alhamdulillah, rangkaian Funday Gowes Bareng kelas 6 ini sukses terlaksana dengan lancar, meninggalkan kesan mendalam serta energi positif bagi para siswa dalam menyongsong hari-hari belajar selanjutnya!

