Kediri – Suasana kegiatan Ekstrakurikuler Handycraft di SDIT Nurul Izzah berlangsung penuh semangat dan keceriaan pada Jumat, 31 Juli 2026. Mengusung tema “Mengubah Barang Bekas Menjadi Karya yang Bermanfaat”, seluruh peserta didik mengikuti jalannya kegiatan dengan antusiasme tinggi sesuai tingkat kelas masing-masing.
Melalui tema ini, sekolah ingin menumbuhkan daya imajinasi dan keterampilan tangan (hand skills) siswa, sekaligus membangun kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sejak dini melalui konsep Reuse (menggunakan kembali) dan Recycle (mendaur ulang).
Kelas 1–3: Sulap Tutup Botol Jadi Hiasan Cantik

Bagi peserta didik kelas 1 hingga 3, petualangan kreasi dimulai dari hal sederhana: tutup botol plastik bekas. Sebelum praktik dimulai, pembina ekstrakurikuler memberikan pemahaman awal mengenai pentingnya mengurangi sampah plastik. Anak-anak diajak menyadari bahwa benda yang kerap dianggap sampah ternyata bisa berubah menjadi karya seni yang indah di tangan yang kreatif.
Dengan berbekal kertas warna, stiker, pita, dan beragam aksesori sederhana, siswa menyusun ide dan menghias tutup botol tersebut dengan penuh ketelitian. Pembina turut mendampingi proses penggunaan alat agar tetap aman, sementara sesama teman saling berbagi bahan dan memberikan bantuan. Tidak ada dua karya yang sama, karena setiap anak berhasil mengekspresikan imajinasi uniknya masing-masing.
Kelas 4–6: Kreasikan Botol Plastik Jadi Tempat Pensil Fungsional
Sementara itu, siswa kelas 4 hingga 6 mendapatkan tantangan yang lebih kompleks, yaitu merancang tempat pensil dari botol plastik bekas. Botol-botol yang tadinya tak terpakai di rumah disulap menjadi tempat penyimpanan alat tulis yang fungsional dan estetis.

Tahapan pembuatan tempat pensil ini melatih alur berpikir terstruktur anak:
-
Persiapan: Memilih dan membersihkan botol plastik bekas.
-
Pengukuran & Pemotongan: Mengukur dan memotong bagian botol secara hati-hati dengan bimbingan pendamping.
-
Dekorasi & Penyelesaian: Menghias botol menggunakan kertas asturo, kain flanel, dan pita dengan aneka tema—mulai dari karakter lucu, motif bunga, hingga nuansa warna yang elegan.
Melalui proses ini, siswa tidak hanya mengasah keterampilan tangan, tetapi juga belajar merancang sebuah produk mulai dari perencanaan hingga tahap penyelesaian (finishing).
Lebih dari Sekadar Karya, Melainkan Pembentukan Karakter
Ekskul Handycraft di SDIT Nurul Izzah tidak hanya berfokus pada hasil akhir berupa benda kerajinan, tetapi juga pada pembentukan karakter (character building). Selama kegiatan berlangsung, para siswa dibiasakan untuk:
-
Disiplin menyiapkan perlengkapan karya.
-
Menjaga kebersihan dan kerapian ruang belajar.
-
Bertanggung jawab serta berhati-hati dalam menggunakan peralatan.
-
Menumbuhkan sikap saling menghargai dan mengapresiasi hasil karya teman.

“Menjaga lingkungan tidak harus menunggu aksi besar. Langkah kecil seperti memanfaatkan kembali barang bekas menjadi benda bernilai guna adalah bukti nyata kepedulian kita terhadap bumi.”
Di akhir kegiatan, wajah-wajah berseri penuh rasa bangga pameran mini pun terpancar saat seluruh peserta memamerkan hasil kerajinannya. Semoga kegiatan Ekstrakurikuler Handycraft SDIT Nurul Izzah terus menjadi wadah positif untuk mencetak generasi yang kreatif, mandiri, peduli lingkungan, dan berakhlak mulia!

