Kediri – SDIT Nurul Izzah terus melangkah mantap dalam memperkuat perannya sebagai sekolah model. Pada Kamis, 17 September 2026, SDIT Nurul Izzah sukses menggelar agenda Pendampingan III bekerja sama dengan Balai Besar Guru Penggerak dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Timur.
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran berbasis Pembelajaran Mendalam (PM) dan Kurikulum Kerangka Asesmen (KKA).

Dihadiri Fasilitator dan Tim MONEV BBGTK Jatim
Agenda strategis ini menghadirkan sejumlah tokoh kunci yang turut mengawal peningkatan kualitas pendidikan di SDIT Nurul Izzah, antara lain:
- Dr. Aris Ariyadi, S.Pd., M.Pd. (Fasilitator BBGTK Jawa Timur)
- Arie Widodo, S.T., M.Pd. (Tim Monitoring dan Evaluasi / MONEV BBGTK Jawa Timur)
- Pipit Novitasari, S.S. (Pengawas Sekolah Kecamatan Gurah)
Praktik Supervisi Akademik dan Bedah LMS

Acara dibuka secara resmi oleh fasilitator BBGTK Jawa Timur, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi penelusuran Learning Management System (LMS) secara bersama-sama untuk memetakan progres serta mendiskusikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
Memasuki agenda inti, dilaksanakan praktik Supervisi Akademik secara langsung di ruang kelas 5. Kepala SDIT Nurul Izzah dengan didampingi Pengawas Sekolah mengobservasi salah satu guru yang menjalankan praktik mengajar selama 90 menit menggunakan pendekatan PM dan KKA.
Pemaparan Best Practice dan Rencana Tindak Lanjut
Usai observasi kelas, Dr. Aris Ariyadi memberikan ulasan singkat mengenai rekaman video supervisi. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan:
- Pemaparan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) oleh guru pengajar.
- Berbagi Praktik Baik (Best Practice) oleh Kepala SDIT Nurul Izzah terkait implementasi PM dan KKA serta pemaparan program supervisi akademik sekolah.
- Pemaparan Strategi Pembinaan Visi-Misi oleh Pengawas Sekolah sebagai bentuk tinjauan komprehensif atas hasil supervisi.
Kegiatan Pendampingan III ini diakhiri dengan sesi refleksi bersama, penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai langkah perbaikan ke depan, serta penutupan administrasi dan dokumentasi.
Menjadi sekolah model bukan sekadar predikat, melainkan amanah untuk terus berinovasi, memperkuat kapasitas pendidik, dan menghadirkan pembelajaran yang sepenuhnya berpusat pada peserta didik.
Melalui pendampingan yang berkesinambungan ini, SDIT Nurul Izzah semakin memperkokoh komitmennya untuk terus berkembang dan menerapkan Pembelajaran Mendalam secara konsisten serta berkelanjutan.

