Kediri – Belajar bisa melalui media apa saja, termasuk deretan warna. Hal ini dibuktikan oleh siswa-siswi kelas 3 SDIT Nurul Izzah dalam kegiatan seni bertema “Mengenal Warna” yang berlangsung penuh keceriaan di dalam kelas.
Melalui kegiatan mewarnai bersama ini, anak-anak tidak hanya mengasah kreativitas dan keterampilan motorik halus, melainkan juga menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini. Sebuah metode belajar yang sederhana, namun sarat makna.

Filosofi 8 Warna dan Teladan Rasulullah SAW
Dalam kegiatan ini, para siswa dikenalkan pada 8 warna dasar, hitam, putih, merah, hijau, biru, kuning, oranye, dan ungu, lengkap dengan makna filosofis di balik setiap warna.
Uniknya, setiap objek lukisan yang digoreskan para siswa terinspirasi dari benda-benda yang lekat dengan kehidupan Rasulullah SAW serta ibadah sehari-hari, seperti:
-
Ka’bah
-
Al-Qur’an
-
Pedang Perjuangan Rasulullah
-
Sajadah
Di sela-sela aktivitas, guru pendamping turut menyisipkan pesan sunnah yang berkesan. Anak-anak diajak mengenal bahwa warna-warna yang paling sering digunakan dan disukai oleh Rasulullah SAW adalah putih, hijau, dan hitam. Pesan kecil ini menjadi sarana efektif untuk mengenalkan keteladanan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi Kelompok Penuh Keceriaan
Kelas dibagi menjadi 8 kelompok warna yang berbeda. Dengan penuh semangat, keakraban, dan tawa, setiap kelompok bekerja sama menyelesaikan lembar karya mereka. Hasil akhir yang tercipta bukan sekadar goresan warna yang indah di atas kertas, melainkan cerita dan pemahaman nilai agama yang mendalam.
Belajar warna bukan hanya tentang keindahan visual, melainkan tentang bagaimana mengenalkan keagungan Islam dan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan cara yang menyenangkan bagi anak.
Semoga melalui kegiatan pembelajaran yang kreatif ini, lahir generasi penerus yang cerdas, kreatif, berakhlak mulia, serta senantiasa menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alaamin.

