Kediri – Menjelang masa akhir studi, siswa-siswi kelas IX SMP IT Nurul Izzah dihadapkan pada sebuah tantangan akademik yang membanggakan, yakni Sidang Karya Tulis Ilmiah (KTI). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari berturut-turut pada 12 hingga 13 Mei 2026 ini berjalan dengan tertib, lancar, dan dipenuhi antusiasme tinggi dari para peserta.
Sidang KTI bukan sekadar syarat kelulusan atau ujian akhir sekolah. Agenda ini merupakan wadah bergengsi bagi siswa untuk mempresentasikan hasil penelitian yang telah mereka susun dengan jerih payah dan pemikiran yang matang.

Fokus dan Terstruktur di Ruang Sidang
Demi menjaga efektivitas dan kondusivitas acara, pelaksanaan sidang dibagi menjadi dua sesi dan ditempatkan di dua ruangan yang berbeda. Di setiap ruangan, terdapat satu orang moderator yang memandu jalannya acara serta dua orang penguji yang bertugas memberikan penilaian objektif.
Secara bergantian, para siswa tampil ke depan untuk memaparkan hasil karya mereka. Dengan penuh semangat, ananda berusaha mempertahankan argumen dan menjawab berbagai pertanyaan kritis yang dilontarkan oleh dewan penguji.
Dukungan Hangat dari Orang Tua
Ada pemandangan istimewa dalam sidang kali ini. Para wali murid turut hadir secara langsung untuk memberikan dukungan moral dan motivasi kepada putra-putri mereka.
Kehadiran orang tua terbukti sukses memompa semangat bertanding para siswa. Berkat sinergi dan komunikasi yang baik antara siswa, dewan guru, tim penguji, dan wali murid, suasana persidangan yang sejatinya serius dan menegangkan berhasil disulap menjadi momen yang hangat dan penuh rasa kekeluargaan.
Aplikasi Nyata Deep Learning
Penyelenggaraan Sidang KTI ini mengusung misi besar dalam pembentukan karakter siswa. Tujuan utamanya adalah:
-
Melatih kemampuan berpikir kritis dan rasional.
-
Memupuk rasa percaya diri (public speaking) dalam menyampaikan pendapat di depan umum.
-
Mengajarkan siswa untuk berani mempertahankan hasil penelitian dengan argumentasi yang logis dan terstruktur.
Lebih jauh lagi, rangkaian penyusunan KTI hingga tahap persidangan ini merupakan wujud nyata dari aplikasi pembelajaran mendalam (deep learning) yang diterapkan di SMP IT Nurul Izzah. Siswa tidak hanya pasif menerima materi, tetapi dilatih untuk proaktif mencari informasi, menganalisis data empiris, dan merumuskan hasil pemikirannya secara ilmiah.

Melalui pengalaman akademik yang berharga ini, SMP IT Nurul Izzah berharap dapat melahirkan lulusan generasi penerus yang cerdas, tangguh, percaya diri, dan memiliki fondasi nalar kritis yang kuat untuk menyongsong masa depan.

