Kediri – Siapa sangka selembar kardus bekas bisa menyimpan makna yang begitu dalam? Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Kartini pada Jumat, 24 April 2026, siswa-siswi kelas 5 Ki Hajar Dewantara (KHD) berhasil membuktikannya lewat proyek pembelajaran Seni Rupa pada materi Ragam Hias.
Dari Potongan Kertas Menjadi Simbol Budaya Dengan semangat kekompakan, ananda bergotong royong mewarnai berbagai ornamen ikonik kebanggaan Indonesia, mulai dari siluet R.A. Kartini, gunungan wayang, lambang Garuda Pancasila, hingga aneka bunga yang indah.
Langkah demi langkah dilalui bersama. Mereka menggunting, menempel, dan menyusunnya sedemikian rupa hingga barang sederhana bertransformasi menjadi sebuah photobooth yang menawan. Hasilnya? Tentu bukan sekadar latar tempat berfoto. Karya ini menjelma menjadi simbol kolaborasi, kreativitas, dan wujud cinta budaya Nusantara ala Kartini masa kini.

Wujud Nyata Kebajikan dalam Kolaborasi Seluruh proses berkarya yang dilakukan oleh anak-anak secara nyata mencerminkan nilai-nilai luhur agama, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
…وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ…
“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan…” (QS. Al-Maidah: 2)
Menghias dengan sungguh-sungguh, bekerja sama memecahkan masalah, dan bersinergi menciptakan keindahan yang bermanfaat adalah wujud nyata dari al-birr (kebajikan) dan ketakwaan yang diperintahkan oleh Allah SWT dalam ayat tersebut.
Rahasia Keindahan Karya Lantas, apa rahasia sesungguhnya yang membuat photobooth ini begitu istimewa dan bikin haru?
Rahasianya tidak terletak pada seberapa mahal bahan yang digunakan, melainkan pada doa, kerja keras, dan riuh tawa anak-anak yang tertanam di setiap potongan kertasnya. Sebuah karya sederhana yang lahir dari keikhlasan dan semangat kebersamaan!


