Kediri – Persiapan menghadapi ujian akhir tidak melulu soal menuntaskan tumpukan buku pelajaran. Lebih dari itu, kesiapan mental dan spiritual menjadi kunci utama keberhasilan siswa. Menyadari hal tersebut, siswa kelas 6 mengikuti kegiatan Malam Bina dan Taqwa (Mabit) serta doa bersama sebagai bekal mengahadapi Ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan pada Senin, 20 April 2026.
Kegiatan yang sarat makna ini berlangsung sejak Jumat sore (17/4) hingga keesokan harinya, Sabtu (18/4). Selama rangkaian acara, para siswa juga sangat dianjurkan untuk menunaikan puasa sunnah sebagai bentuk riyadhoh (latihan spiritual) dan penguatan diri.

Sore yang Penuh Berkah dan Kebersamaan Rangkaian Mabit dimulai tepat setelah jam pelajaran sekolah usai. Bertempat di musholla, kegiatan dibuka dengan lantunan tilawah Al-Qur’an yang dilanjutkan dengan sholat Ashar berjamaah. Setelah sesi bersih diri, para siswa berkumpul kembali menjelang Maghrib untuk melantunkan zikir Al-Ma’tsurat secara serentak.
Suasana kebersamaan semakin hangat saat tiba waktunya berbuka puasa dan menunaikan sholat Maghrib berjamaah. Tak lupa, malam itu siswa juga meluangkan waktu untuk literasi dan pendalaman materi pelajaran sebagai bentuk ikhtiar akademik (ikhtiar bumi).
Malam Puncak: Muhasabah dan Qiyamul Lail Memasuki malam hari, suasana berubah menjadi lebih hening dan syahdu. Sesi muhasabah (introspeksi diri) menjadi salah satu momen yang paling menyentuh hati. Dalam keheningan, para siswa diajak untuk merenung, memohon ampunan, serta menata ulang niat dan semangat mereka dalam menuntut ilmu.

Kekhusyukan ini terus berlanjut hingga sepertiga malam terakhir. Para siswa terjaga untuk mendirikan qiyamul lail (sholat malam) dan tilawah Al-Qur’an. Di momen inilah, doa-doa terbaik dilangitkan, memohon kemudahan dan kelancaran kepada Sang Pencipta dalam menghadapi ujian.
Pagi yang Haru Bersama Orang Tua Pagi harinya, rangkaian ditutup dengan sholat Subuh berjamaah, zikir pagi, dan aktivitas kebersamaan. Puncak keharuan terjadi pada sesi penutupan yang turut dihadiri oleh para orang tua wali murid. Isak tangis haru mewarnai sesi doa bersama, di mana anak-anak dan orang tua menyatukan harapan agar diberikan kelancaran serta hasil yang paling berkah.
Melalui agenda Mabit ini, pihak sekolah berharap para siswa kelas 6 tidak hanya matang secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental dan spiritual. Dengan perpaduan sempurna antara usaha yang maksimal dan doa yang tulus, semoga seluruh siswa dapat meraih hasil ujian yang membanggakan!

