Seni yang Berbicara: Kreativitas Tanpa Batas Siswa SDIT Nurul Izzah dalam Karya Kolase

Kediri – Mengembangkan kreativitas dan kemampuan berekspresi anak sejak dini memerlukan metode yang tepat. Melalui mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP), siswa kelas 2 SDIT Nurul Izzah diajak mendalami teknik “Kolase Bercerita”, sebuah inovasi pembelajaran yang memadukan seni rupa dengan kemampuan menyusun narasi sederhana.

Apa Itu Kolase Bercerita?

Secara teknis, kolase adalah karya seni yang dibuat dengan menempelkan berbagai potongan gambar atau bahan pada satu bidang. Namun, pada tema kali ini, kolase bukan sekadar menyusun gambar agar terlihat indah secara estetis.

Siswa ditantang untuk mampu menyampaikan alur cerita melalui susunan gambar tersebut. Tema-tema yang diangkat pun sangat dekat dengan dunia mereka, mulai dari suasana sekolah yang ceria, keseruan saat bermain, hingga keasrian lingkungan sekitar.

Proses Belajar yang Multitalenta

Dalam praktiknya, anak-anak menempelkan berbagai potongan gambar yang disediakan dan menyusunnya menjadi satu kesatuan cerita. Melalui proses ini, ada banyak aspek perkembangan yang terasah secara bersamaan:

  • Berpikir Logis & Kronologis: Siswa belajar menyusun urutan kejadian sehingga gambar memiliki alur cerita yang masuk akal.

  • Aspek Estetika: Anak-anak belajar memperhatikan perpaduan warna, keseimbangan posisi, serta kerapian dalam berkarya.

  • Literasi Dasar: Menghubungkan gambar dengan makna tertentu merupakan langkah awal yang baik dalam membangun kemampuan literasi.

Mengasah Kepercayaan Diri

Manfaat kegiatan ini tidak berhenti pada hasil karya di atas kertas. Setelah kolase selesai, anak-anak diajak untuk menceritakan hasil karyanya di depan teman-teman sekelas.

Momen ini menjadi sarana yang sangat efektif untuk melatih kemampuan berbahasa, imajinasi, dan rasa percaya diri siswa sejak dini. Pembelajaran integratif ini diharapkan mampu menumbuhkan minat siswa terhadap seni rupa, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi anak usia kelas 2 SD.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *