Kediri – Cuaca pagi yang sedikit mendung sama sekali tidak menyurutkan semangat para siswa. Dengan langkah riang dan wajah ceria, mereka mulai memasuki area sekolah. Tepat di depan pintu kelas, para guru telah bersiap menyambut setiap anak dengan senyuman hangat, menciptakan atmosfer belajar yang nyaman sejak detik pertama.
Momen penyambutan ini merupakan bagian dari Kegiatan Pagi Ceria. Lebih dari sekadar sapaan, interaksi singkat di pagi hari ini adalah kunci untuk membangun kedekatan emosional, memastikan setiap anak merasa diperhatikan, dan siap menyerap ilmu.
1. Menanamkan Disiplin Tanpa Menghakimi
Sebelum melangkah masuk ke ruang kelas, para siswa dibiasakan untuk berbaris dengan rapi. Pembiasaan sederhana ini sangat efektif untuk melatih sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan. Di momen ini, guru juga memberikan keteladanan langsung tentang bagaimana bersikap sopan dan tertib.

Lalu, bagaimana dengan siswa yang datang terlambat? Alih-alih memberikan hukuman fisik, sekolah menerapkan pendekatan yang jauh lebih bermakna. Guru memberikan nasehat dan bimbingan dari hati ke hati. Siswa diajak untuk:
-
Merefleksikan Diri: Menyadari penyebab keterlambatannya.
-
Memahami Dampak: Mengerti bagaimana keterlambatan memengaruhi proses belajarnya dan teman-teman.
-
Berkomitmen: Berintrospeksi agar ke depannya bisa mengatur waktu ( time management ) dengan lebih baik.
2. Papan Emoticon: Inovasi Mengenali Perasaan Siswa
Ada pemandangan yang sangat menarik di kelas 2 pagi ini. Sebelum memulai pelajaran, siswa diajak untuk mengungkapkan perasaan mereka menggunakan papan emoticon.

Melalui cara yang interaktif ini, anak-anak belajar mengenali dan memvalidasi emosi mereka sendiri—apakah mereka sedang merasa senang, sedih, atau sangat bersemangat. Bagi para guru, kegiatan “Cek Emosi” ini sangat membantu dalam memahami kondisi psikologis siswa, sehingga pendekatan pembelajaran hari itu dapat disesuaikan dengan kebutuhan emosional anak.
3. Lebih dari Sekadar Rutinitas
Suasana sekolah yang nyaman, tertib, bersih, dan penuh interaksi positif ini menjadi bukti nyata bahwa Kegiatan Pagi Ceria bukanlah rutinitas kosong. Ini adalah kawah candradimuka bagi pendidikan karakter. Melalui pembiasaan di pagi hari, siswa tidak hanya disiapkan secara akademis, tetapi juga dilatih untuk menjadi pribadi yang disiplin, jujur, mampu mengelola emosi, dan siap menaklukkan tantangan belajar dengan penuh semangat.

