Kediri – Siswa kelas 5 mengikuti kegiatan Bina Pribadi Islam (BPI) dengan materi iman kepada Rasul Allah di sekolah pada pekan ini. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai karakter dan akhlak mulia sejak dini kepada para siswa.
Melalui program gagasan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia ini, para siswa diajak menyelami keteladanan para Rasul. Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga melalui proses belajar aktif yang kolaboratif. Pembelajaran ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami konsep secara teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bedah Perbedaan Nabi dan Rasul
Pada tahap awal atau eksplorasi, anak-anak dikenalkan dengan materi dasar iman kepada Rasul Allah. Mereka dijelaskan mengenai perbedaan mendasar antara nabi dan rasul. Tak hanya itu, para siswa juga mengulas kembali rukun iman sebagai fondasi keimanan. Fokus utamanya adalah rukun iman keempat, yakni iman kepada rasul-rasul Allah.
Siswa diajak memahami pentingnya meneladani sikap para rasul. Mulai dari sikap jujur, amanah, sabar, hingga bertanggung jawab untuk diterapkan dalam keseharian.
Diskusi Kelompok yang Seru
Masuk ke sesi inti, anak-anak dibagi ke dalam beberapa kelompok. Mereka diminta berdiskusi dan menyusun hasil pemahaman dari penjelasan yang sudah didapatkan. Setiap kelompok merangkum poin-poin penting seperti tugas para rasul hingga sikap yang patut dicontoh. Suasana kelas tampak hidup saat para siswa saling bertukar pikiran.
Hasil diskusi tersebut kemudian dipresentasikan di depan kelas. Menariknya, kelompok lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan serta pertanyaan.
Asah Mental dan Karakter
Kegiatan ini rupanya bukan sekadar belajar agama. Pihak sekolah menyebut kegiatan ini melatih kemampuan komunikasi, kerja sama, serta keberanian menyampaikan pendapat. Melalui program BPI ini, bisa menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai Islam secara mendalam pada diri siswa yang berakhlak mulia.
Program ini diharapkan mampu membentuk generasi Islami yang tidak hanya cerdas secara intelektual. Namun juga matang secara spiritual dan emosional sesuai ajaran Islam.


Barokallah semoga BPI semakin membahagiakan