Kediri – Menghadapi rutinitas Try Out yang padat tentu menguras energi dan pikiran. Untuk mengusir kejenuhan sekaligus menyegarkan semangat, siswa-siswi kelas 6 SDIT Nurul Izzah menggelar kegiatan Funday pada Jumat, 6 Februari 2026. Bukan di dalam kelas, kali ini mereka memilih “ruang kelas” terluas: Hutan Wisata Ubalan.
Petualangan Dimulai dengan Semangat Membara
Pukul 07.15 WIB, pintu gerbang Hutan Ubalan sudah riuh oleh tawa anak-anak. Dengan ransel di punggung, mereka mengikuti pembukaan bersama Kepala Sekolah, Ustadzah Naning. Setelah doa dan pemanasan melalui game ringan, para siswa langsung bersiap menembus rimbunnya pepohonan.

Kegiatan ini bukan sekadar jalan-jalan biasa. Ini adalah momen untuk menemukan ilmu di balik keindahan alam ciptaan Allah, menguatkan karakter Islami, serta menguji kekompakan tim.
Menaklukkan Tantangan di Setiap Pos
Sepanjang perjalanan, para siswa disambut oleh penghuni asli hutan seperti kera, ulat, hingga kepiting. Namun, tantangan sesungguhnya ada pada medan yang mereka lalui: jalan sempit, licin, dan berlumut.
Di tengah petualangan, mereka harus menyelesaikan misi di tiga pos strategis:
-
Pos 1: Refleksi tentang jati diri.
-
Pos 2: Pemantapan aqidah.
-
Pos 3: Merajut harapan masa depan.
Didampingi oleh Ustadz Yuli, Ustadz Ariel, Ustadzah Sri, dan Ustadzah Fitria, para siswa belajar makna tadabur alam. Mereka mengamati ekosistem hutan, memahami manfaat lingkungan, hingga melihat bagaimana pohon tumbuh memberikan manfaat bagi manusia.

Puncak Keseruan: Mendaki Tebing dan Tanaman Berduri
Momen paling tak terlupakan adalah saat mereka harus mendaki tebing hutan yang licin di antara tanaman berduri. Bagi banyak siswa, ini adalah pengalaman pertama mereka menjelajah hutan rimba.
Meski awalnya tampak tegang, ketegangan itu segera pecah menjadi tawa saat ada yang terpeleset atau jatuh di antara rimbunnya pohon. Jatuh bangun justru membuat mereka semakin solid dan saling membantu. Pemandangan indah dan udara segar di puncak menjadi imbalan yang setimpal bagi perjuangan mereka.
Apresiasi untuk Sang Juara
Kegiatan diakhiri dengan pengumuman reward bagi siswa-siswi hebat. Penghargaan diberikan kepada mereka yang meraih predikat Tahajud dan Puasa Terbanyak (program unggulan kelas 6), serta pemenang game di setiap pos. Harapannya, apresiasi ini menjadi pemacu semangat mereka untuk semakin giat beribadah dan belajar.

Belajar dari Alam
“Melalui jelajah ini, anak-anak diharapkan memahami konsep ekosistem sekaligus menumbuhkan rasa syukur atas kebesaran ciptaan Allah,” ujar salah satu ustadz pendamping.
Sepatu mungkin kotor oleh lumpur, celana dan rok mungkin basah terkena embun, namun hati mereka pulang dengan penuh cerita dan pengalaman berharga. Inilah makna sejati dari belajar: mengalami, merasakan, dan mensyukuri setiap ciptaan-Nya.
Semoga langkah-langkah kecil mereka di bumi Allah menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju insan yang berilmu dan berakhlak mulia. Aamiin ya Rabbal Alamin.

